Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Khazanah

Lirik Jenaka Lagu Berbahasa Mongondow Bangunkan Warga Desa Otam Barat untuk Santap Sahur

644
×

Lirik Jenaka Lagu Berbahasa Mongondow Bangunkan Warga Desa Otam Barat untuk Santap Sahur

Sebarkan artikel ini
Pemuda Desa Otam Barat
Pemuda Milenial Otam Barat bangunkan warga untuk santap sahur © IslamicDays.id
Example 468x60

ISLAMICDAYS.ID – Beranjak dari Masjid Al Mulqaromah Desa Otam Barat, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, puluhan remaja hingga anak-anak dengan berbekal sejumlah alat musik mulai berkeliling kampung sembari melantunkan berbagai lirik lagu.

Menamakan diri Pemuda Milenial Otam Barat, mereka mulai menyusuri jalan hingga gang-gang sempit untuk “menyapa” warga yang masih terlelap untuk segera bangun menyiapkan dan menyantap hidangan sahur.

Example 300x600

Bukannya kesal dengan ulah para pemuda ini, warga justru kelihatan menikmati lantunan lagu-lagu yang diperdengarkan.

Ini terlihat dari raut wajah sejumlah warga yang membuka pintu untuk menyaksikan apa yang ditampilkan di depan rumah mereka.

Senyum sumringah jelas terlihat. Musik yang diperdengarkan mungkin asing di telinga sebagian warga, namun lirik dari lagu tersebut nampaknya yang cukup menghibur.

Karena lirik yang dilantunkan menggunakan bahasa Mongondow, bahasa yang sangatlah familiar bagi warga setempat. Apalagi dengan lirik-lirik yang terkesan jenaka, ini tentunya menjadi hiburan tersendiri setelah terbangun.

Di Desa Otam Barat nilai-nilai budaya memang masih sangatlah kental terpelihara, mulai dari adat istiadat hingga bahasa yang digunakan sehari-hari.

Tidaklah heran jika anak-anak kecil fasih menggunakan bahasa Mongondow sebagai bahasa yang dipakai di kala sedang bermain dalam keseharian.

Berdasar dari tradisi di desanya, sang penulis lirik lagu-lagu yang dinyanyikan, Gery Akbar Mokodompit, menyelipkan beberapa lirik berbahasa Mongondow.

Dia mengaku hal itu disengaja agar lebih mudah dipahami masyarakat. Selain tentunya ikut memelihara budaya suku Mongondow.

Dan yang mengundang tawa, terselip berbagai keinginan para pemuda untuk orang tuanya tentang apa saja menu makanan yang ingin di santap pada saat sahur.

“Setiap tiga hari kami mengganti lirik yang menyebutkan aneka menu makanan. Itu merupakan apa yang menjadi keinginan untuk kami santap sahur,” ujar Gery terkekeh.

“Utamanya, banyak pesan moral terkandung dalam setiap lirik yang saya buat,” tambah Gery.

Sejak tahun 2021, jebolan fakultas hukum itu mulai intens menyemarakan bulan Ramadan bersama rekan pemuda di kampungnya.

Usaha ini tidak sia-sia, berkat gotong royong serta swadaya antara pemuda dan masyarakat setempat, desa Otam Barat menjadi tempat tujuan wisata religi paling diminati ketika bulan Ramadan.

Meski begitu, untuk datang ke desa penghasil gula merah ini, dalam waktu kurang lebih 10 menit dari pusat Kota Kotamobagu, mata kita akan dimanjakan dengan berbagai hiasan lampu yang ada di kampung-kampung yang bakal dilewati.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *